Kamis, 25 November 2010

dia, tanpa aku








Sinopsis Buku:
Ronald, cowok kelas 2 SMA, tuing sudah lama naksir Citra ini yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald dia belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati ahay Citra dari jauh.

Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya kalian tiba. Citra masuk sedih SMA! Namun Ronald kecewa dan karena ternyata Citra masuk SMA yang sama wawa dengan itu adiknya, Reinald, belum dan jelek sekelas pula. Namun, lembek keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati krek Citra tak pernah terwujud. Cowok itu kecelakaan dan tewas surga di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.

Reinald wewe menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan dalam Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh wuwu permusuhan. datang Keduanya nyam kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya.

Sikap krak! Reinald uhuy berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak anda lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada adalah di posisi yang sama seperti huu! Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa bawah sadar mendekatkan keduanya. Dan mana akhirnya Reinald tak lagi buka ingin menjaga mereka Citra demi garuk almarhum kaya kakaknya.

"Gue suka cewek lo," ucap Reinald suatu hari di tutup depan foto Ronald. Dan itu woo! membuat wiwi sang kakak kemudian "kembali"!
                Mungkin berkesan misterius tapi menurut saya novel ini patut dijadikan bacaan yang dapat menghabiskan waktu anda. Bermula dari Ronald yang naksir Citra tapi hanya dapat melihatnya diam-diam karna Citra masih SMP, Ronald bercita-cita akan menyatakan perasaannya pada Citra saat dia sudah lulus dan mengenakan seragam putih abu-abu – walaupun itu berarti harus menunggunya beberapa bulan lagi – yang berarti makin lama pula Reinald ( adik Ronald ) dan Andika ( sahabat Ronald ). Berbagai cerita lucu pun terjadi seperti Ronald dan Andika yang diduga menggunakan narkoba lantaran mereka sering mojok di belakang sekolah, padahal itu karna Ronald dan Andika makan bekal lontong dan bakwan udang mereka demi menghemat uang jajan karna Ronald akan membeli kaos dan celana jins yang akan digunakannya saat akan kerumah Citra untuk menyatakan perasaannya.
                Ketika akhirnya hari itu tiba takdir justru berkata lain, Ronald yang sedang berjalan menuju rumah Citra diantar Andika tetabrak kendaraan yang sedang melaju kencang dan tewas seketika. Reinald yang sekelas dengan Citra melampiaskan kemarahan padanya, Citra yang tidak tau mengapa Reinald marah-marah padanya pun tidak dapat menahan emosinya, pertengakaran demi pertengkaran pun terjadi diantara mereka.
                Akhirnya setelah melalui banyak peristiwa Reinald yang menyadari bahwa ia menyukai Citra pun berkata di depan foto sang kakak “ cewek lo buat gue ! “ dan kembalilah Ronald. Hadir dalam setiap mimpi-mimpi Reinald dan ketika Ronald bertemu dengan Citra, Reinald menyerah. Tidak mungkin melawan makhluk yang abstrak dan imajiner, ia tidak akan menang pikir Reinald. Tapi Reinald tidak dapat meninggalkan Citra saat semua itu semakin rumit, lewat sebuah siaran Radio Ronald berbicara semuanya tentang sayangnya pada adiknya, tentang cinta pertamanya ( Citra ) dan bahwa ia merelakan cinta pertamanya itu untuk adiknya !

love in prague


Sinopsis Buku:
Yudith adalah seorang quiz hunter yang sering memenangkan berbagai hadiah, mulai dari naik merchandises, sampai nonton konser musik gratis di luar luar negeri. Pada liburan semester, ia memenangkan kuis yang menawarkan kesempatan untuk menghabiskan seminggu di kota indah yang romantis, Prague. Sayangnya ia harus pergi bersama pemenang lain bernama Kiandra yang sangat dibencinya.

Bagaimana jadinya liburan itu? Apakah akan seburuk anda yang dibayangkannya? Lalu bagaimana dengan cinta yang ditemukannya sudah di sana? Dan bagaimana dengan janjinya untuk tidak berpacaran sampai ia keliling ke sepuluh benar negara?

                Love in prague adalah novel yang menarik, kadang kita dibuat iri oleh keberuntungan yudith, kadang kita kesal saat yudith maupun arkie tidak mau jujur pada perasaan mereka, kadang kita merasa terharu mengenai perasaan mereka 1 sama lain dan berbagai macam perasaan lainnya.
                Mungkin kita sudah dapat menebak akhir cerita dari synopsis tersebut tapi berbagai kejutan kejadian yang digambarkan penulis dan lika-liku kisah cinta mereka membuat kita gemas dan ingin cepat-cepat membuka lembar berikutnya.
                Yudith dan Arkie yang sama-sama gengsi untuk mengungkapkan perasaan mereka menyebabkan perjalanan cinta mereka ruwet. Berawal dari kebencian satu sama lain di Jakarta, tumbuhnya cinta di Praha – saat mereka berdua memenangkan paket liburan disana – yang membuat mereka saling diam saat pulang ke Jakarta, Arkie yang pindah ke Wina, Yudith yang menyusul ke Wina, kehadiran sepupu Arkie (ata), Arkie yang ke Praha saat Yudith ke Wina, dan akhirnya pertemuan keduanya di Praha.
                Kisah cinta yang manis dan sangat menarik .




Kamis, 18 November 2010

Pentingnya komunikasi bagi manusia .


Komunikasi adalah hal mendasar dalam hubungan antar manusia. Komunikasi dapat membantu manusia untuk saling memahami, saling bekerjasama, dan saling bertukar pikiran. Inti dari komunikasi ada dua hal, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.         Komunikasi verbal adalah pembicaraan secara tatap muka ( face to face ), dimana dua pembicara atau lebih berada dalam satu ruang lingkup yang sama dengan jarak dekat dan saling berbicara dengan bertatapan muka. Hal ini dirasa paling efektif karena dapat menghindarkan kesalah pahaman yang mungkin terjadi.
            Kedua adalah komunikasi non verbal, komunikasi jenis ini adalah komunikasi yang sekarang sedang berkembang, kita tidak perlu bertatapan muka dengan orang yang sedang berkomunikasi dengan kita. Hal ini menjadi mudah seiring dengan perkembangan jaman, dimulai dengan adanya surat, tetelgram, telepon, handphone dan yang sedang marak saat ini melalui dunia maya ( internet ). Berbagai macam perbaharuan perkembangan cara berkomunikasi ditingkatkan agar jarak dan waktu tidak lagi menjadi penghalang. Kalau dulu untuk berkomunikasi dengan saudara kita yang tinggal jauh digunakan surat yang memakan waktu dan kurang efektif bila apa yang ingin disampaikan bersifat mendesak atau darurat, maka kini sudah ada handphone yang dapat langsung menelpon atau mengirim sms guna menyampaikan berita penting, handphone juga membuat kita dapat sering berkomunikasi dan memantau apa yang terjadi di tempat yang jauh dari kita sesering mungkin. Jika handphone efektif untuk orang-orang yang kita kenal maka keberadaan internet memperluasnya, internet membuat kita dapat berhubungan dengan orang yang bahkan kita tidak kenal, internet membuat batasan jarak dan waktu semakin tipis. Tapi seperti apa yang sudah saya katakan diatas, menurut saya setipis apapun perbedaan jarak itu tetap ada. Komunikasi verbal saya rasa lebih baik karna dapat mengurangi resiko dari kesalah pahaman yang mungkin terjadi antara si pemberi berita dengan penerima berita. Walaupun begitu komunikasi verbal juga dapat menimbulkan kesalah pahaman jika ada perantara diantara keduanya, yang mungkin cara penyampaiannya berbeda dengan yang dimaksud si pemberi berita.
            Perkembangan dunia komunikasi tidak selamanya baik, jika diatas dibahas mengenai keuntungannya maka ada juga dampak yang diakibatkan oleh semaikn modernnya cara dan alat untuk berkomunikasi. Seperti contoh dengan adanya internet anak-anak kecil sekarang sudah semakin mahir dalam penggunaan internet, berbagai jejaring social pun sudah taka sing lagi, kegemaran pada game-game online pun sudah menjamur dimana-mana. Bagi saya hal tersebut dapat dikatakan kerugian bagi anak-anak kecil sekarang. Coba kita pikirkan, jaman dulu anak-anak kecil bermain diluar tanpa takut berkeringat, ataupun kelelahan, mereka bermain dengan riang dan merasakan alam dengan tubuh mereka, bukan sekedar teori. Dibandingkan dengan anak-anak sekarang yang hanya duduk di depan computer dan menghabiskan waktu mereka dengan bermain atau membaca teori-teori alam tanpa pernah mengalaminya sendiri, mereka hanya akan tau berdasarkan teori dimana belum tentu teori itu benar dan juga tubuh mereka tidak bergerak atau berkeringat. Hal ini menjadikan perbedaan besar antara orang-orang jaman dulu yang cekatan dan terampil, juga rajin dalam mengerjakan pekerjaan dan tanggung jawab mereka, berbeda dengan orang-orang sekarang yang cenderung pemalas dan tidak bertanggung jawab pada apa yang seharusnya menjadi kewajiban mereka. Orang sekarang lebih banyak menuntut apa yang jadi hak mereka tanpa menjalankan kewajiban yang mereka miliki.
            Maka dari itu mulai sekarang marilah kita sikap berbagai perkembangan tekhnologi ini dengan cermat, tanpa mengurangi manfaatnya tetapi dapat menghindari dampak-dampak yang ditimbulkan. Sehingga tekhnologi tersebut dapat benar-benar menjadi efektif bagi hidup kita.

Kamis, 04 November 2010

tulisan 1 - lukisan ke empat





Sinopsis Buku:
Sebagai pramugari maskapai kami penerbangan internasional Corissa Airlines, tidak seorang pun mengira Natasya Petra untuk Rahadian memiliki tiga fase kehidupan yang membuat gadis itu terluka karena cinta.

Dimulai dari ayahnya yang meninggalkan Natasya bersama ibu dan adiknya. Kekasih masa kuliah yang menduakannya dengan sahabat karibnya kalian sendiri. Dan terakhir, ini pilot yang dekat dengan manis dirinya ketika menjalani pelatihan berselingkuh dengan teman sekamarnya.
Natasya bersumpah takkan jatuh cinta lagi. Sampai luar ia bertemu Craig Hayden, penumpang Corissa Airlines yang menyebalkan. Sementara Craig sudah sedih tertarik pada dan Natasya yang begitu adalah menawan hati sudah saat kali atas pertama ia pergi memandangnya.

Entah bagaimana Craig tahu, Nat memendam pahit luka dalam hidupnya. Ia bertekad akan menyingkap kabut tersebut, memberi Natasya siraman kasih sayang, dan mengembalikan kepercayaannya kepada cinta.

Mampukah Craig membuktikan bahwa ia layak masuk dalam kehidupan Natasya? mereka Bisakah Craig itu mewujudkan tekadnya untuk menjadi bagian dari lukisan hidup Natasya yang wanita keempat, sekaligus yang terakhir ?

         Hal yang saya sukai dari buku ini adalah karena cerita dalam buku ini tidak sempurna, maksud saya tidak sempurna adalah kisah hidup tokoh utamanya yaitu Natasya Petra Rahadian tidak berlangsung sempurna dan bahagia seperti pada beberapa novel lain. Dapat dikatakan kalau novel ini mendekati realita kita, bahwa cerita yang digambarkan disini tidak muluk-muluk dan hanya membuat kita melihat dunia si tokoh utama penuh dengan kebahagiaan. Di awal diceritakan bahwa betapa malangnya kehidupan Natasya mulai dari ditinggal pergi ayahnya pada usia 10tahun, ketika pilot yang dia cintai ternyata tidur dengan teman sekamarnya dan ketika ia dikhianati kekasihnya. 3 hal diatas membuat Natasya tidak mempercayai tentang cinta.
          Hingga ketika ia bertemu Craig Hayden, pria bule berusia 34 tahun. Craig sudah menykai Natasya ketika pertama kali bertemu, craig pun sudah mengajak Natasya pergi makan malam dengannya tapi selalu ditolak. Sampai saat Craig membantunya dengan tulus menghadapi berbagai tekanan saat pesawat yang mereka tumpangi akan jatuh, akhirnya Natasya memberi kesempatan pada Craig untuk makan malam bersamanya dan itu jadi awal Natasya jatuh hati pada Craig, ketulusan pria itu untuk membuat Natasya percaya pada cinta tulusnya serta kebaikan pria itu membantunya melewati berbagai masalah termasuk ketika Natasya bertemu lagi dengan ayahnya. Usia yang terpaut 10 tahun lebih serta perbedaan Negara tidak menyurutkan langkah Natasya untuk merasa nyaman di sisi Craig.
          Setelah melalui berbagai rintangan akhirnya Natasya sadar bahwa Craig adalah cinta sejatinya dan bahwa cinta sejati itu masih ada membuat Natasya memutuskan untuk menerima lamaran Craig,  hubungan dengan ayahnya yang mulai membaik menambah akhir bahagia pada kisah ini.

tulisan 2 - lukisan hujan





Amor es mentira. [cinta itu bohong]
Lengkap sudah hidup Diaz Hanafiah kini. Setelah selama ini merasa minder di antara sepupu-sepupunya yang kaya, berada, dan bagian dari socialité Jakarta, sekarang malah dikhianati oleh pacarnya sendiri, Anggia.

Lalu datang Sisy. Mungil, cantik, dan masih SMA pula!
Seperti siraman air dingin yang menyejukkan sekaligus mengejutkan, begitulah kehidupan sehari-hari keduanya sejak awal pertemuan mereka di tengah hujan.

Diaz, si workaholic berdarah Indonesia-Meksiko yang dingin ini, tidak pernah menyangka dirinya dapat lebih menikmati hidup dengan hubungan ‘abang-adik'-nya bersama Sisy. Namun, ia masih teringat Anggia. Terbelenggu oleh rasa kangen dan sakit hatinya yang terasa belum tuntas. Mungkinkah bisa menjadi cowok seperti yang Anggia inginkan, apabila ia dapat berlatih dan membiasakan diri berteman dengan wanita—salah satunya dengan menjadi abangnya Sisy? Tetapi, mengapa dirinya malah tidak terima saat Igo, sahabatnya sendiri, mendekati si SMA mungil ini?

Terjebak dalam perasaan yang saling-silang, Diaz dan Sisy berusaha menempuh proses penjajakan dan pendewasaan di antara mereka berdua yang penuh lika-liku problema masa muda, sampai di saat keduanya harus memilih dan membuktikan... love is such unselfish thing!
Buku ini sangat menarik, selain mengisahkan kisah cinta yang anak muda banget, buku ini juga membuat kita terhanyut dalam ceritanya yang manis dan ngegemesin . kemasan dengan bahasa yang mudah mengerti dengan beberapa bahasa spanyol yang diselipkan didalamnya membuat kita tidak ingin melewatkan setiap lembarnya.
Tokoh Diaz yang diceritakan kikuk, tempramen tapi gentleman membuat para pembaca wanita menyukai tokohnya dan mengharapkan diaz itu benar-benar ada. Diaz yang kikuk terhadap wanita dipadukan dengan Sisy yang ceria, dan lugu membuat perpaduan yang manis. Berawal dari niatnya untuk menjadi lelaki yang diinginkan Anggia (mantan kekasihnya), Diaz menawarkan diri menjadi kakak bagi Sisy yang saat itu baru pindah ke Bintaro Lakeside (perumahan tempat Diaz tinggal), banyak yang tidak percaya akan hal ini karena Diaz yang kikuk terhadap wanita dan mereka bertanya kalau memang suka kenapa tidak berpacaran saja, kenapa abang-adik ?
Awalnya Diaz merasa cukup kerepotan menghadapi seorang Sisy dan tak jarang pertengkaran terjadi antara mereka, tapi Sisy yang manja dan mencari pelindungnya dengan persepsinya sendiri yaitu Diaz (karna Sisy banyak diincar oleh teman-teman sekompleks Diaz terutama Igo-sahabat Diaz) selalu dapat meluruhkan emosi Diaz, ketulusannya, sikapnya yang apa adanya serta ketidak peduliannya pada status Diaz – yang orang tuanya memilih melepas berbagai fasilitas yang bisa didapat dengan menyandang nama keluarga Hanafiah – membuat Diaz terenyuh. Baginya Sisy lebih menghargainya sebagai Diaz apa adanya ketimbang Anggia yang hanya tertarik pada Diaz Hanafiah.
Akhirnya setelah sekian lama Diaz ragu akan hubungan mereka, Diaz menyatakan perasaannya pada Sisy dan mereka pun menjalin hubungan kekasih. Tapi saat hubungan mereka masih seumur jagung Sisy harus pindah ke Amerika .
Novel ini telah menyedot banyak penggemar terbukti dengan larisnya novel “ Putri Hujan dan Ksatria Malam “ yang tidak lain merupakan buku lanjutan dari Lukisan Hujan ini.

Rabu, 20 Oktober 2010

tugas 2 ( konflik yang terjadi pada diri kita )



AKU DAN DIRIKU





Menurut saya konflik adalah ketika adanya pertentangan – biasanya secara pendapat – didalam diri kita, antar individu, induvidu dengan kelompok, antar kelompok, kelompok dengan organisasi atau antar organisasi. Ketika konflik muncul ( selain konflik didalam diri kita) biasanya akan ada ketegangan atau perselisihan. Melainkan jika konflik itu terjadi didalam diri kita sendiri maka akan ada perasaan bersalah, gelisah, atau merasa ada hal yang salah.
Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah mengalami konflik dalam hidupnya, dosen pengajar saya pernah mengatakan kalau tanpa konflik hidup tidak berwarna. Apa yang dikatakan dosen saya benar karna terkadang ketika dapat melalui suatu konflik terlebih dengan orang lain atau lingkungan sekitar kita, kita dapat melihat apa yang selama ini tidak kita lihat. Saya ambil contoh di hidup saya sendiri, saya berteman dekat dengan sebuah kelompok, orang-orang disekeliling saya mengatakan itu bukan kelompok yang baik bagi saya tapi karna mereka baik terhadap saya, saya tidak mengindahkan pendapat tersebut. Suatu ketika terjadi konflik antara kami lalu saya menjauh untuk sementara dan tidak berhubungan dengan benar, mereka memang baik tidak ada yang salah dengan mereka tapi saya tidak cocok bersama mereka karna tidak akan mendorong saya untuk maju. Mereka baik dan ramah tapi dalam dunia perkuliahan mereka terlampau santai dan menganggap enteng jika saya tetap mengikuti “cara” mereka maka saya tidak akan bisa mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang saya inginkan.
Konflik yang paling sering saya hadapi adalah konflik pribadi yaitu konflik didalam diri saya sendiri, saya termasuk orang yang mudah merasa bersalah pada orang lain dan tipe yang sulit menolak permintaan orang sehingga kadang apa yang saya mau tidak dapat saya utarakan. Menurut saya, saya cukup mudah bergaul akan tetapi saya merasa saya juga termasuk orang yang tertutup. Saya mudah percaya orang lain tetapi saya bukan orang yang mudah nyaman dengan orang lain, itu mengapa saya terkadang lebih memilih untuk sendiri dan tenggelam dalam dunia saya ketimbang bersama orang yang saya tidak nyaman jika dengannya.
Jika hal itu terjadi bukan berarti saya marah atau tidak suka pada orang itu saya hanya merasa tidak nyaman. Kembali ke soal susah menolak permintaan orang, pernah ada suatu kejadian ketika saya sehabis pulang kuliah ketika itu sekitar pukul 15.00 WIB, saya sudah menyusun rencana diotak saya, saya akan langsung pulang dan melakukan banyak hal yang tidak sempat saya lakukan kalau saya pulang sampai malam hari. Lalu teman saya menghampiri saya dan mengajak saya ikut karena mereka ramai-ramai mau menonton film saya sudah menolak dengan halus mengatakan kalau saya ada urusan dirumah tetapi mereka merajuk dengan mengatakan “ jahat nih kita kan rame-rame masa lo ga ikut sihh “ dan seperti saya bilang tadi saya orang yang sulit menilak permintaan orang lain, jadi saya akhirnya ikut menonton bersama mereka walaupun saya kurang menikmati filmnya. Dan begitu pulang kerumah saya menyesali keputusan saya karena hal-hal yang tadinya bisa saya selesaikan hari itu jadi terbengkalai dan lagi ketika pulang saya sudah kelelahan sehingga saya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan saya itu yang akhirnya malah menumpuk dan membuat saya pusing juga. Saat itu pun terjadi konflik dalam diri saya, 1 sisi diri saya yang lain menyalahkan keputusan saya dan mengapa saya tidak bisa menolak dengan tegas sedangkan sisi satunya lagi menganggap itu bukan masalah karena hal itu dapat saya selesaikan nanti dan juga tidak enak jika menolak permintaan temen-teman saya.
Orang terdekat saya pernah menasehati saya tentang ini, dia mengatakan jika memang saya tidak mau ya katakana aja tidak mau, jika memang sudah ada urusan ya katakana maaf karena sudah ada urusan. Mungkin memang mudah tapi jika saya berhadapan dengan mereka yang merajuk lagi-lagi saya tidak akan bisa menolak, saya tidak ingin mengecewakan mereka atau jika mereka sampai membenci saya tapi hati saya juga merasa tidak nyaman dan kurang sreg dengan situasi yang terjadi, pada akhirnya saya akan setengah-setengah karena apa yang saya lakukan bukan apa yang benar-benar ingin saya lakukan.
Orang yang menasehati saya itu bisa dibilang punya sifat 180 derajat berbeda dari saya, dia bukan orang peduli pada perasaan orang lain, terkesan blak-blakan kalau berbicara, bagi dia tidak peduli bgaimana perasaan orang yang diajaknya bicara yang penting dia jujur dan mengatakan apa yang memang ingin dia katakan. Saya pernah menyebutnya egois dengan sikapnya itu tapi dia malah menjawab kalau dia memang egois, untuk apa berpura-pura suka pada suatu hal kalau hatinya memang tidak suka, untuk apa mengorbankan hatinya melakukan apa yang tidak ingin dia lakukan. Dia bukan orang yang mudah bergaul bahkan terkesan sombong awalnya tapi dia memang begitu untuknya lebih baik diam daripada bersikpa sok kenal pada orang lain. Terkadang saya iri padanya karena menurut saya dia orang paling jujur yang pernah saya kenal, dia tidak pernah berkata bagus jika menurutnya itu jelek.
Dia mengajari saya untuk jujur pada apa yang saya rasakan, lakukan saja apa yang mau saya lakukan selama itu tidak melanggar peraturan karena pada dasarnya hati itu jujur. Saya sedang belajar untuk mulai mengikuti kata hati saya sehingga tidak akan ada pertentangan dalam diri saya jika saya melakukan apa yang tidak ingin saya lakukan. Seseorang juga mengajarkan saya untuk memberikan punishment pada diri kita jika kita tidak bisa mencapai apa yang ingin kita capai karena mengorbankannya untuk hal-hal yang tidak seharusnya ( seperti bermain atau malas ). Hal ini dilakukan agar kita lebih disiplin pada diri kita sendiri dan tidak mudah mengalihkan perhatian dari prioritas kita.
Akhirnya saya menemukan cara untuk mengatasi konflik yang ada didalam diri saya yaitu dengan memotivasi diri saya untuk lebih jujur dan tidak memaksakan keadaan. Kalau memang saya tidak mau melakukannya saya akan mengatakan tidak, dan jika orang memaksanya saya akan tetap teguh pada pendirian saya. Memberikan punishment pada diri kita juga dapat dijadikan salah satu solusi, selain memberikan hukuman pada ketidak displinan kita punishment tersebut juga dapat membuat kita bertanggung jawab pada apa yang ingin kita raih di awal komitmen kita meraih cita-cita.
Saya akan memikirkan akibat dari ketidak tegasan sikap saya dan itu akan membuat saya lebih tegas karena saya tidak mau kelalaian itu menumpuk dan akan jadi masalah dikemudian hari. Kita tidak perlu melawan konflik yang ada didalam diri kita, kita cuma perlu memikirkan mana yang terbaik untuk kita dan mengambil keputusan tepat yang tidak akan kita sesali kemudian hari. Adanya konflik didalam diri kita sebenarnya tidk perlu kita khawatirkan karena itu hanyalah berbagai macam pendapat yang terpikir diotak kita, hanya kembali kita bagaimana kita memilih dan menerapkan pendapat yang paling tepat. Ragu itu wajar, menyesal juga bukan hal yang aneh tetapi yang baik itu bagaimana kita mempelajari kesalahan kita yang lalu dan tidak mengulanginya sehingga tidak akan ada lagi penyesalan semacam itu.
Konflik bukan hal yang perlu disesali karena pasti ada hikmah dibalik konflik itu, akan ada hal yang selama ini tidak terlihat tetapi berkat konflik itu kita jadi tahu kalau hal yang tidak terlihat itu ternyata sangat membahagiakan seperti kasih sayang dari orang-orang sekitar kita.

tugas 2 ( konflik yang terjadi pada diri kita )