Kamis, 04 November 2010

tulisan 1 - lukisan ke empat





Sinopsis Buku:
Sebagai pramugari maskapai kami penerbangan internasional Corissa Airlines, tidak seorang pun mengira Natasya Petra untuk Rahadian memiliki tiga fase kehidupan yang membuat gadis itu terluka karena cinta.

Dimulai dari ayahnya yang meninggalkan Natasya bersama ibu dan adiknya. Kekasih masa kuliah yang menduakannya dengan sahabat karibnya kalian sendiri. Dan terakhir, ini pilot yang dekat dengan manis dirinya ketika menjalani pelatihan berselingkuh dengan teman sekamarnya.
Natasya bersumpah takkan jatuh cinta lagi. Sampai luar ia bertemu Craig Hayden, penumpang Corissa Airlines yang menyebalkan. Sementara Craig sudah sedih tertarik pada dan Natasya yang begitu adalah menawan hati sudah saat kali atas pertama ia pergi memandangnya.

Entah bagaimana Craig tahu, Nat memendam pahit luka dalam hidupnya. Ia bertekad akan menyingkap kabut tersebut, memberi Natasya siraman kasih sayang, dan mengembalikan kepercayaannya kepada cinta.

Mampukah Craig membuktikan bahwa ia layak masuk dalam kehidupan Natasya? mereka Bisakah Craig itu mewujudkan tekadnya untuk menjadi bagian dari lukisan hidup Natasya yang wanita keempat, sekaligus yang terakhir ?

         Hal yang saya sukai dari buku ini adalah karena cerita dalam buku ini tidak sempurna, maksud saya tidak sempurna adalah kisah hidup tokoh utamanya yaitu Natasya Petra Rahadian tidak berlangsung sempurna dan bahagia seperti pada beberapa novel lain. Dapat dikatakan kalau novel ini mendekati realita kita, bahwa cerita yang digambarkan disini tidak muluk-muluk dan hanya membuat kita melihat dunia si tokoh utama penuh dengan kebahagiaan. Di awal diceritakan bahwa betapa malangnya kehidupan Natasya mulai dari ditinggal pergi ayahnya pada usia 10tahun, ketika pilot yang dia cintai ternyata tidur dengan teman sekamarnya dan ketika ia dikhianati kekasihnya. 3 hal diatas membuat Natasya tidak mempercayai tentang cinta.
          Hingga ketika ia bertemu Craig Hayden, pria bule berusia 34 tahun. Craig sudah menykai Natasya ketika pertama kali bertemu, craig pun sudah mengajak Natasya pergi makan malam dengannya tapi selalu ditolak. Sampai saat Craig membantunya dengan tulus menghadapi berbagai tekanan saat pesawat yang mereka tumpangi akan jatuh, akhirnya Natasya memberi kesempatan pada Craig untuk makan malam bersamanya dan itu jadi awal Natasya jatuh hati pada Craig, ketulusan pria itu untuk membuat Natasya percaya pada cinta tulusnya serta kebaikan pria itu membantunya melewati berbagai masalah termasuk ketika Natasya bertemu lagi dengan ayahnya. Usia yang terpaut 10 tahun lebih serta perbedaan Negara tidak menyurutkan langkah Natasya untuk merasa nyaman di sisi Craig.
          Setelah melalui berbagai rintangan akhirnya Natasya sadar bahwa Craig adalah cinta sejatinya dan bahwa cinta sejati itu masih ada membuat Natasya memutuskan untuk menerima lamaran Craig,  hubungan dengan ayahnya yang mulai membaik menambah akhir bahagia pada kisah ini.

tulisan 2 - lukisan hujan





Amor es mentira. [cinta itu bohong]
Lengkap sudah hidup Diaz Hanafiah kini. Setelah selama ini merasa minder di antara sepupu-sepupunya yang kaya, berada, dan bagian dari socialité Jakarta, sekarang malah dikhianati oleh pacarnya sendiri, Anggia.

Lalu datang Sisy. Mungil, cantik, dan masih SMA pula!
Seperti siraman air dingin yang menyejukkan sekaligus mengejutkan, begitulah kehidupan sehari-hari keduanya sejak awal pertemuan mereka di tengah hujan.

Diaz, si workaholic berdarah Indonesia-Meksiko yang dingin ini, tidak pernah menyangka dirinya dapat lebih menikmati hidup dengan hubungan ‘abang-adik'-nya bersama Sisy. Namun, ia masih teringat Anggia. Terbelenggu oleh rasa kangen dan sakit hatinya yang terasa belum tuntas. Mungkinkah bisa menjadi cowok seperti yang Anggia inginkan, apabila ia dapat berlatih dan membiasakan diri berteman dengan wanita—salah satunya dengan menjadi abangnya Sisy? Tetapi, mengapa dirinya malah tidak terima saat Igo, sahabatnya sendiri, mendekati si SMA mungil ini?

Terjebak dalam perasaan yang saling-silang, Diaz dan Sisy berusaha menempuh proses penjajakan dan pendewasaan di antara mereka berdua yang penuh lika-liku problema masa muda, sampai di saat keduanya harus memilih dan membuktikan... love is such unselfish thing!
Buku ini sangat menarik, selain mengisahkan kisah cinta yang anak muda banget, buku ini juga membuat kita terhanyut dalam ceritanya yang manis dan ngegemesin . kemasan dengan bahasa yang mudah mengerti dengan beberapa bahasa spanyol yang diselipkan didalamnya membuat kita tidak ingin melewatkan setiap lembarnya.
Tokoh Diaz yang diceritakan kikuk, tempramen tapi gentleman membuat para pembaca wanita menyukai tokohnya dan mengharapkan diaz itu benar-benar ada. Diaz yang kikuk terhadap wanita dipadukan dengan Sisy yang ceria, dan lugu membuat perpaduan yang manis. Berawal dari niatnya untuk menjadi lelaki yang diinginkan Anggia (mantan kekasihnya), Diaz menawarkan diri menjadi kakak bagi Sisy yang saat itu baru pindah ke Bintaro Lakeside (perumahan tempat Diaz tinggal), banyak yang tidak percaya akan hal ini karena Diaz yang kikuk terhadap wanita dan mereka bertanya kalau memang suka kenapa tidak berpacaran saja, kenapa abang-adik ?
Awalnya Diaz merasa cukup kerepotan menghadapi seorang Sisy dan tak jarang pertengkaran terjadi antara mereka, tapi Sisy yang manja dan mencari pelindungnya dengan persepsinya sendiri yaitu Diaz (karna Sisy banyak diincar oleh teman-teman sekompleks Diaz terutama Igo-sahabat Diaz) selalu dapat meluruhkan emosi Diaz, ketulusannya, sikapnya yang apa adanya serta ketidak peduliannya pada status Diaz – yang orang tuanya memilih melepas berbagai fasilitas yang bisa didapat dengan menyandang nama keluarga Hanafiah – membuat Diaz terenyuh. Baginya Sisy lebih menghargainya sebagai Diaz apa adanya ketimbang Anggia yang hanya tertarik pada Diaz Hanafiah.
Akhirnya setelah sekian lama Diaz ragu akan hubungan mereka, Diaz menyatakan perasaannya pada Sisy dan mereka pun menjalin hubungan kekasih. Tapi saat hubungan mereka masih seumur jagung Sisy harus pindah ke Amerika .
Novel ini telah menyedot banyak penggemar terbukti dengan larisnya novel “ Putri Hujan dan Ksatria Malam “ yang tidak lain merupakan buku lanjutan dari Lukisan Hujan ini.

Rabu, 20 Oktober 2010

tugas 2 ( konflik yang terjadi pada diri kita )



AKU DAN DIRIKU





Menurut saya konflik adalah ketika adanya pertentangan – biasanya secara pendapat – didalam diri kita, antar individu, induvidu dengan kelompok, antar kelompok, kelompok dengan organisasi atau antar organisasi. Ketika konflik muncul ( selain konflik didalam diri kita) biasanya akan ada ketegangan atau perselisihan. Melainkan jika konflik itu terjadi didalam diri kita sendiri maka akan ada perasaan bersalah, gelisah, atau merasa ada hal yang salah.
Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah mengalami konflik dalam hidupnya, dosen pengajar saya pernah mengatakan kalau tanpa konflik hidup tidak berwarna. Apa yang dikatakan dosen saya benar karna terkadang ketika dapat melalui suatu konflik terlebih dengan orang lain atau lingkungan sekitar kita, kita dapat melihat apa yang selama ini tidak kita lihat. Saya ambil contoh di hidup saya sendiri, saya berteman dekat dengan sebuah kelompok, orang-orang disekeliling saya mengatakan itu bukan kelompok yang baik bagi saya tapi karna mereka baik terhadap saya, saya tidak mengindahkan pendapat tersebut. Suatu ketika terjadi konflik antara kami lalu saya menjauh untuk sementara dan tidak berhubungan dengan benar, mereka memang baik tidak ada yang salah dengan mereka tapi saya tidak cocok bersama mereka karna tidak akan mendorong saya untuk maju. Mereka baik dan ramah tapi dalam dunia perkuliahan mereka terlampau santai dan menganggap enteng jika saya tetap mengikuti “cara” mereka maka saya tidak akan bisa mendapatkan hasil yang maksimal seperti yang saya inginkan.
Konflik yang paling sering saya hadapi adalah konflik pribadi yaitu konflik didalam diri saya sendiri, saya termasuk orang yang mudah merasa bersalah pada orang lain dan tipe yang sulit menolak permintaan orang sehingga kadang apa yang saya mau tidak dapat saya utarakan. Menurut saya, saya cukup mudah bergaul akan tetapi saya merasa saya juga termasuk orang yang tertutup. Saya mudah percaya orang lain tetapi saya bukan orang yang mudah nyaman dengan orang lain, itu mengapa saya terkadang lebih memilih untuk sendiri dan tenggelam dalam dunia saya ketimbang bersama orang yang saya tidak nyaman jika dengannya.
Jika hal itu terjadi bukan berarti saya marah atau tidak suka pada orang itu saya hanya merasa tidak nyaman. Kembali ke soal susah menolak permintaan orang, pernah ada suatu kejadian ketika saya sehabis pulang kuliah ketika itu sekitar pukul 15.00 WIB, saya sudah menyusun rencana diotak saya, saya akan langsung pulang dan melakukan banyak hal yang tidak sempat saya lakukan kalau saya pulang sampai malam hari. Lalu teman saya menghampiri saya dan mengajak saya ikut karena mereka ramai-ramai mau menonton film saya sudah menolak dengan halus mengatakan kalau saya ada urusan dirumah tetapi mereka merajuk dengan mengatakan “ jahat nih kita kan rame-rame masa lo ga ikut sihh “ dan seperti saya bilang tadi saya orang yang sulit menilak permintaan orang lain, jadi saya akhirnya ikut menonton bersama mereka walaupun saya kurang menikmati filmnya. Dan begitu pulang kerumah saya menyesali keputusan saya karena hal-hal yang tadinya bisa saya selesaikan hari itu jadi terbengkalai dan lagi ketika pulang saya sudah kelelahan sehingga saya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan saya itu yang akhirnya malah menumpuk dan membuat saya pusing juga. Saat itu pun terjadi konflik dalam diri saya, 1 sisi diri saya yang lain menyalahkan keputusan saya dan mengapa saya tidak bisa menolak dengan tegas sedangkan sisi satunya lagi menganggap itu bukan masalah karena hal itu dapat saya selesaikan nanti dan juga tidak enak jika menolak permintaan temen-teman saya.
Orang terdekat saya pernah menasehati saya tentang ini, dia mengatakan jika memang saya tidak mau ya katakana aja tidak mau, jika memang sudah ada urusan ya katakana maaf karena sudah ada urusan. Mungkin memang mudah tapi jika saya berhadapan dengan mereka yang merajuk lagi-lagi saya tidak akan bisa menolak, saya tidak ingin mengecewakan mereka atau jika mereka sampai membenci saya tapi hati saya juga merasa tidak nyaman dan kurang sreg dengan situasi yang terjadi, pada akhirnya saya akan setengah-setengah karena apa yang saya lakukan bukan apa yang benar-benar ingin saya lakukan.
Orang yang menasehati saya itu bisa dibilang punya sifat 180 derajat berbeda dari saya, dia bukan orang peduli pada perasaan orang lain, terkesan blak-blakan kalau berbicara, bagi dia tidak peduli bgaimana perasaan orang yang diajaknya bicara yang penting dia jujur dan mengatakan apa yang memang ingin dia katakan. Saya pernah menyebutnya egois dengan sikapnya itu tapi dia malah menjawab kalau dia memang egois, untuk apa berpura-pura suka pada suatu hal kalau hatinya memang tidak suka, untuk apa mengorbankan hatinya melakukan apa yang tidak ingin dia lakukan. Dia bukan orang yang mudah bergaul bahkan terkesan sombong awalnya tapi dia memang begitu untuknya lebih baik diam daripada bersikpa sok kenal pada orang lain. Terkadang saya iri padanya karena menurut saya dia orang paling jujur yang pernah saya kenal, dia tidak pernah berkata bagus jika menurutnya itu jelek.
Dia mengajari saya untuk jujur pada apa yang saya rasakan, lakukan saja apa yang mau saya lakukan selama itu tidak melanggar peraturan karena pada dasarnya hati itu jujur. Saya sedang belajar untuk mulai mengikuti kata hati saya sehingga tidak akan ada pertentangan dalam diri saya jika saya melakukan apa yang tidak ingin saya lakukan. Seseorang juga mengajarkan saya untuk memberikan punishment pada diri kita jika kita tidak bisa mencapai apa yang ingin kita capai karena mengorbankannya untuk hal-hal yang tidak seharusnya ( seperti bermain atau malas ). Hal ini dilakukan agar kita lebih disiplin pada diri kita sendiri dan tidak mudah mengalihkan perhatian dari prioritas kita.
Akhirnya saya menemukan cara untuk mengatasi konflik yang ada didalam diri saya yaitu dengan memotivasi diri saya untuk lebih jujur dan tidak memaksakan keadaan. Kalau memang saya tidak mau melakukannya saya akan mengatakan tidak, dan jika orang memaksanya saya akan tetap teguh pada pendirian saya. Memberikan punishment pada diri kita juga dapat dijadikan salah satu solusi, selain memberikan hukuman pada ketidak displinan kita punishment tersebut juga dapat membuat kita bertanggung jawab pada apa yang ingin kita raih di awal komitmen kita meraih cita-cita.
Saya akan memikirkan akibat dari ketidak tegasan sikap saya dan itu akan membuat saya lebih tegas karena saya tidak mau kelalaian itu menumpuk dan akan jadi masalah dikemudian hari. Kita tidak perlu melawan konflik yang ada didalam diri kita, kita cuma perlu memikirkan mana yang terbaik untuk kita dan mengambil keputusan tepat yang tidak akan kita sesali kemudian hari. Adanya konflik didalam diri kita sebenarnya tidk perlu kita khawatirkan karena itu hanyalah berbagai macam pendapat yang terpikir diotak kita, hanya kembali kita bagaimana kita memilih dan menerapkan pendapat yang paling tepat. Ragu itu wajar, menyesal juga bukan hal yang aneh tetapi yang baik itu bagaimana kita mempelajari kesalahan kita yang lalu dan tidak mengulanginya sehingga tidak akan ada lagi penyesalan semacam itu.
Konflik bukan hal yang perlu disesali karena pasti ada hikmah dibalik konflik itu, akan ada hal yang selama ini tidak terlihat tetapi berkat konflik itu kita jadi tahu kalau hal yang tidak terlihat itu ternyata sangat membahagiakan seperti kasih sayang dari orang-orang sekitar kita.

tugas 2 ( konflik yang terjadi pada diri kita )

Sabtu, 25 September 2010

budaya berorganisasi

Budaya berorganisasi di Indonesia itu luas banget cakupannya, mulai dari tingkat sekolahan kaya OSIS atau ekskul sampe tingkat Negara contohnya parpol atau pemerintahan itu sendiri . kalau di OSIS itu sebagai penghubung antara siswa sama pihak sekolah, sekaligus juga tempat aspirasi siswa – siswa yang punya usul buat memajukan sekolahnya. Pada dasarnya partai politik juga sama, sama – sama berperan sebagai penampung aspirasi rakyat buat pemimpinnya cuma anggota dan wilayah cakupannya lebih luas dari OSIS. Sementara pemerintahan itu sendiri adalah pusatnya organisasi, peraturan yang ada di Negara ini dibuat sama pemerintah, pemerintah juga yang menegakkan aturan itu dan menghukum yang melanggarnya melalui kepolisian. Coba bayangkan kalau Negara ini tidak terorganisir alias tidak ada aturan ? akan ada pembunuhan, penculikan, perampokan, pencurian dan berbagai tindakan kejahatan lainnya di Negara ini karena ga ada hokum dan penegak hokum yang membela hak manusia.

Makin besar suatu organisasi dan makin banyak anggotanya biasa juga akan menimbulkan pengaruh di masyarakat . sebenernya berorganisasi itu bagus, kita jadi bebas berserikat dan menentukan pilihan kaya yang tertulis di UUD pasal 28, lagipula segala sesuatu yang terorganisir itu bagus kan ? jadi teratur dan terlihat rapi. Tapi ada juga manusia yang dengan berorganisasi jadi menghilangkan hak orang lain demi kepentingan dirinya atau golongannya, misalnya para koruptor itu.
Sebenernya organisasi itu dibuat kan untuk mengatur apa yang tidak teratur, seperti kehidupan atau benda – benda disekitar kita. Contoh gampang aja buku – buku yang ada di toko buku itu terorganisir jadi kita gampang cari buku yang kita mau, gimana kalo misalnya buku – buku itu berantakan gitu aja di lantai akan susah banget cari buku yang mau kita beli. Maka dari itu tujuan berorganisasi itu baik cuma jangan sampai ditengah jalan kegiatannya merugikan orang atau mementingkan golongannya sendiri.

akulah pendosa .

dunia.. tak adakah lagi tempat bagiku ?
untuk berdiri dan meraba masa depan
wahai insan.. tak adakah lagi yang menyapaku ?
menari dalam kesantunan
mengapa ? apa karena diriku ini ?

aku tumbuh dalam naungan iblis
jiwaku terengkuh oleh aura setan
aku adalah pendosa.. pendosa
namun.. kulihat sang jibril tersenyum lembut
mengantarku membawa terangnya kalbu

tidak..
mereka tahu
aku bukanlah orang suci
bukan pula seorang sufi
aku adalah pendosa

ya Tuhan..
bebaskan aku dari belenggu iblis yang merantaiku
luputkan aku dari sang nestapa
agar mereka menatapku..
memandangku..
kumohon pada-Mu

aku memohon
dan akan terus memohon
sampai nafasku terputus
hingga roh jiwaku melayang
aku akan tetap memohon
demi dosa ini
demi hati ini
karena engkau tahu
akulah pendosa

Kisah Mawar Putih dan Burung Gereja

Dahulu kala hiduplah mawar putih yang sangat cantik dan harum..
Tapi mawar itu selalu terlihat bersedih.. Ia selalu menatap iri pada mawar merah yang menurutnya berwarna, segar, dan indah dipandang..
Hari itu hujan deras dan mawar putih sangat takut, ia takut ia akan jatuh ke tanah..
Tak lama datanglah seekor burung gereja.. tanpa berkata apa – apa burung gereja itu melebarkan sayapnya dan menghalangi hujan yang mengenai mawar putih, mawar putih hanya menatap tak percaya pada burung gereja yang bahkan tak dikenalnya itu..
Sejak hari itu burung gereja selalu datang untuk berbincang atau sekedar menatap mawar putih itu dari jauh..
Suatu haru burung gereja itu daatang lagi menemui mawar putih lalu berkata “ aku selalu melihatmu bersedih dan murung, ada apa? “ tapi mawar putih hanya menggelengkan kepala, “ aku mencintaimu dan aku akan selalu berusaha membuatmu tertawa.. “ lanjut burung gereja, mawar putih hanya termangu ragu mendengar kata – kata itu..
Sudah beberapa hari burung gereja itu tidak datang menemui mawar putih, mawar putih kesal sekali karena merasa dipermainkan, ketika beberapa hari kemudian burung geraja itu datang mawar putih mengacuhkannya, burung gereja itu tdak mengerti apa yang salah lalu ia bertanya pada mawar putih “ mengapa kau bersikap seperti ini padaku ? “ mawar putih lalu hanya diam, “ apakah kau tidak mencintaiku? “ tanya burung gereja itu “ aku akan mencintaimu kalau kau dapat membuat aku menjadi mawar merah.. “ sahut mawar putih..
Tanpa berpikir panjang burung gereja itu memotong sayapnya lalu meneteskan darahnya pada kelopak mawar putih sehingga warnanya menjadi merah..
Mawar putih menyadari kesalahannya, burung gereja itu sangat mencintainya begitupun dirinya tapi semua itu terlambat, burung gereja itu sudah mati bersamaan dengan mawar putih yang menjadi mawar merah..